Ditengah pandemi covid-19 pekan-pekan lalu dihebohkan dengan “BTS MEAL”. BTS Meal merupakan produk kolaborasi antara Mcd dan BTS, yang diluncurkan 9 Juni 2021. Dari fenomena tersebut tentunya terlihat bahwa pengaruh KPOP dapat menyebar ke berbagai negara. Sebenarnya bagaimana awal mula KPOP?
Dewasa ini, kepopuleran K-POP seakan meredupkan sejarah muram yang pernah dialami Korea Selatan. K-pop bersama gelombang budaya pop Korea lainnya telah menghapus reputasi Negaranya sebagai negara industri berkembang yang kumuh. Citra negara miskin, yang pada 1960 an sama melaratnya dengan Ghana. Dengan digambarkan segala sesuatunya berbau bawang putih dan amis kimchi, kini berganti dengan gambaran kehidupan kosmopolitan yang maju.
Gagasan K-POP sebagai pendorong utama budaya global, terlihat dalam segala hal mulai dari drama Korea di Netflix hingga perawatan kulit Korea yang mendominasi industri kosmetik hingga taco Korea yang lezat di menu Anda. menu lokal favorit. Dan di jantung Hallyu adalah popularitas K-POP yang terus meningkat — singkatnya, tentu saja, untuk musik pop Korea.
K-POP hadir sejak tahun 1992 dengan satu penampilan hip-hop elektrik. Tentunya tidak akan ada tanpa demokrasi dan televisi khususnya reformasi pemerintahan demokratis Korea Selatan pada tahun 1987, dengan modernisasi yang menyertainya dan keringanan sensor dan pengaruh perubahan ini terhadap televisi.
Sebelum berdirinya Republik Keenam negara tersebut, hanya terdapat dua jaringan siaran di Korea Selatan dan mereka sebagian besar mengontrol musik apa yang didengarkan orang Korea Selatan. Dimana penyanyi dan musisi tidak lebih dari alat jaringan. Jaringan yang memperkenalkan publik kepada bintang musik terutama melalui pertunjukan bakat musik akhir pekan. Radio TV ada tetapi seperti jaringan TV berada dibawah kendali negara yang ketat. Pada saat tersebut Produksi musik independen tidak benar-benar ada, dan musik rock kontroversial dapat dilarang. Lalu bagaimana publik mengetahui hal tersebut?
Musisi terutama pada karya musiknya diperkenalkan kepada publik melalui media pertunjukan bakat yang disiarkan televisi dan radio hanya berfungsi sebagai platform tambahan bagi para penghibur yang berhasil dalam kompetisi TV akhir pekan.
Sebelum liberalisasi media Korea Selatan di akhir tahun 80-an, musik yang diproduksi oleh jaringan siaran terutama balada lambat atau “trot”, perpaduan Lawrence Welk-isk dari musik tradisional dengan standar pop lama. Akan tetapi setelah tahun 1987, siaran radio negara berkembang dengan pesan, dan Korea Selatan menjadi lebih sering terpapar berbagai musik dari belahan negara di dunia, termasuk musik Amerika Kontemporer.
Disamping itu pertelevisian masih merupakan media terpusat yang dominan di Korea Selatan, yang pada tahun 1992 jaringan TV Nasional telah menembus lebih dari 99% rumah di negara tersebut dan terhadap jumlah pemirsa tertinggi pada akhir pekan ketika pertunjukan bakat berlangsung. Pertunjukan bakat yang disiarkan tersebut sangat penting dalam memperkenalkan grup musik kepada masyarakat. Hal tersebut masih memiliki dampak budaya yang amat besar dan tetap menjadi satu-satunya faktor terbesar kesuksesan band Korea Selatan.
Hannah Wait seorang editor Moonrok dalam serial yang luar biasa mengenai sejarah KPOP tidak, mengatakan KPOP tidak biasa sebagai genre karena memiliki tanggal mulai yang pasti, berkat band bernama Seo Taiji and Boys.
Seo Taiji sebelumnya merupakan anggota band heavy metal Korea Selatan Sinawe yang dapat dikatakan sebagai bagian singkat namun amat berpengaruh bagi perkembangan musik rock Korea di akhir tahun 80-an. Lebih lanjut setelah band tersebut bubar Seo Taiji beralih ke hip-hop dan merekrut dua penari bintang Korea Selatan yaitu Yang Hyun Suk dan Lee Juno untuk bergabung dengannya sebagai cadangan dalam grup yang dijuluki Seo Taiji and Boys.
Pada tanggal 11 April 1992 mereka menampilkan single “Nan Arayo (I Know)” di sebuah acara pencarian bakat. Namun tidak berbuah hasil memuaskan karena tidak memenangkan pertunjukan bakat dan juri memberikan nilai dengan skor terendah malam itu. Disamping itu para penonton terhibur dengan penampilan dari Seo Taiji and Boys tersebut. Sehingga segera setelah lagu (I Know) tersebut debut langsung naik ke puncak tangga lagu yang memecahkan rekor selama 17 minggu, yang akan bertahan selama lebih dari 15 tahun sebagai rekor No.1 terlama dalam sejarah Korea Selatan.
Single “I Know” pertama kalinya mewakili musik pop gaya Amerika modern yang telah menyatu dengan budaya Korea Selatan. Melalui band Seo Taiji and Boys merupakan inovator yang menentang norma seputar gaya musik, topik lagu, mode, dan sensor. Mereka bernyanyi tentang kecemasan remaja dan tekanan sosial untuk berhasil dalam sistem pendidikan yang melelahkan; dan bersikeras menciptakan musik mereka sendiri dan tentunya menulis lagunya sendiri diluar lingkungan jaringan buatan.
Setelah empat tahun berselang sejak tahun 1992 dimana single berjudul “Nan Arayo (I Know)” debut, tepatnya tahun 1996 Seo Taiji and Boys membubarkan diri ditengah popularitasnya karena mereka ingin dikenang dengan mengeluarkan single dengan judul "goodbye". Kemudian mereka telah merubah lanskap musik dan pertunjukan Korea Selatan, membuka jalan terhadap aktris dan aktor lain untuk lebih eksperimental dan mendobrak lebih banyak batasan dan terhadap studio musik untuk segera masuk dan mengambil alih. Untuk membentuk seluruh sistem sistem studio baru dari sisa-sisa sistem yang berpusat pada siaran.
Berkisar tahun sejak awal tahun 1995an, tiga studio musik muncul yaitu SM Entertainment yang sering disebut dengan SM Town pada tahun 1995, JYP Entertainment pada tahun 1997, dan YG Entertainment pada tahun 1996 yang dibuat oleh salah satu anggota Seo Taiji and Boys yaitu Yang Hyun-Suk. Bersama-sama sebagai kompetitor satu sama lain studi ini mulai mengembangkan apa yang kemudian dikenal dengan grup idola.
Grup idola pertama dikenal pada tahun 1996 sejak Lee Soo Man mereformasi agensinya SM Entertainment dengan menyontek konsep Seo Taiji and Boys dan membuat grup bernama HOT merupakan singkatan dari High-Five of Teenagers dengan mengumpulkan lima penyanyi dan penari yang mewakili apa yang diyakini ingini dilihat remaja dari grup pop modern. Diikuti oleh girlband pertama SM bernama SES yang diambil dari nama membernya yaitu Sea, Eugene, dan Shoo.
Kedua grup tersebut amat populer menginspirasi kemunculan grup-grup sejenis, dan disinilah KPOP mulai mendesak trot tradisional dan rock dalam skema musik komersial Korea. Seperti ciri-ciri terdiri dari orang yang berbeda sikap namun ketika bernyanyi, menari dan rap dapat disatukan dengan musik.
Pada tahun 1998, Lee memulai ekspansinya ke seluruh Asia, grup idola nya bernyanyi dengan berbagai bahasa seperti Jepang dan China, namun prinsip dan gaya bermusiknya tetap mengikuti prinsip yang membuatnya populer di Korea. Selain itu Lee dan timnya pun memproduksi langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mempopulerkan artis K-POP di tiap negara-negara yang berada di Asia. manual tersebut menjelaskan kapan harus mendatangkan komposer, produser, dan koreografer luar; progresi akord yang harus disetel di tiap negara berbeda; warna bulu mata sang penampil yang harus dipulas di negara tertentu; gestur tangan yang harus digerakan; sampai sudut kamera yang harus dipakai. Manual tersebut berhasil. Di akhir 90an, HOT menjadi pemuncak tangga musik di Cina dan Taiwan. Karena investasi utama idol adalah kemudaan, biasanya grup hanya bertahan lima tahun. Antara HOT dan SES dibubarkan pada awal 2000an.
Sebelum tahun 2000, pada tahun 1999 HOT dipilih untuk tampil dalam konser amal besar dengan Michael Jackson. Potensi tersebut dapat dilihat pula dalam promosi studio dari artis multibahasa seperti BoA yang melakukan debutnya pada usia 13 tahun pada tahun 2000. Kemudian tahun-tahun berikutnya telah menjadi salah satu ekspor paling terkenal di Korea Selatan berkat merek yang dibangun diatas bakat mentah dan kepositifan multikultural. Sehingga mendapat kesuksesan besar pertama kalinya di Jepang. Disamping itu TVXQ debut 2003 dan mendapat kesuksesan serupa di Jepang. Super Junior debut pada 2005, dan menjadi lebih raksasa di Asia daripada HOT. Kemudian pada 2007 muncul SNSD, girlband beranggota sembilan ini benar-benar didesain bukan hanya menjarah Asia tapi juga Barat. Ada juga Shinee dan f(x) yang ikut memeriahkan kegemilangan K-pop. Seiring era internet yang makin digdaya, utamanya Youtube, membantu memuluskan kejayaan K-pop. Majalah bisnis Nikkei menempatkan SNSD atau Girls’ Generation ini di sampulnya pada 2010, mengindikasikan bahwa girlband ini adalah Samsung selanjutnya.
Sebelumnya, pada Februari 2010, Lee menanggalkan posisinya di jajaran direksi namun dengan tetap menjadi pemegang saham paling banyak. Juga ikut serta ambil bagian dalam divisi pengembangan manajemen dan artis. Lee sendiri masih aktif dan terlibat dalam debut EXO pada 2012, Red Velvet pada 2014 sampai NCT, yang disebutnya proyek grup dengan member tak terbatas. Lagu Lee saat masih jadi penyanyi 70an, Rose Scent Breeze, dikemas ulang dan menjadi salah satu lagu Red Velvet.

Comments
Post a Comment